PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI USAHA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIF PEKERJA DESAIN DI IKM ALAS KAKI MELALUI KEGIATAN PERANCANGAN RAGAM HIAS UPPER SEPATU

  • Mohamad Arif Waskito Jurusan Desain Produk, Institut Teknologi Nasional
  • Edi Setiadi Putra Jurusan Desain Produk, Institut Teknologi Nasional

Abstract

 

 Pemanfaatan teknologi digital dan informatika di dunia industri memiliki peran penting pada bidang perancangan, produksi, distribusi hingga pemasaran sehingga mampu menggantikan cara-cara konvensional yang selama ini diterapkan. Perkembangan teknologi digital di dunia industri membuat Indonesia berusaha untuk menjadi negara industri maju melalui pencanangan Revolusi Industri Indonesia 4.0 sebagai konsep pembangunan industrinya (Kemenperin RI, 2018). Namun percepatan penggunaan teknologi digital tersebut belum sepenuhnya mampu diikuti oleh kelas industri kecil-menengah (IKM), yang salah satu penyebabnya adalah sumber daya manusia (SDM) di industri yang masih gagap terhadap adanya kemajuan tersebut. 

Di industri kecil alas kaki, teknologi digital dapat diterapkan pada kegiatan perancangan produk atau pembuatan ornamen ragam hias pada upper. Hanya saja untuk dapat diimplementasikan sebagai proses kreasi, diperlukan strategi khusus mengingat SDM yang berperan sebagai tenaga kerja bidang desain di IKM-IKM umumnya tidak memiliki pendidikan formal dan pada umumnya terbiasa dengan tindakan peniruan atau memodifikasi yang mengakibatkan rendahnya kemampuan kreativitas mereka. 

Merujuk pada kondisi seperti itu, maka dikembangkan teknik modifikasi digital (Digital Modification Technique/ DMT) yang merupakan teknik menyederhanakan bentuk dari suatu objek tertentu (stilasi) dengan melibatkan software aplikasi desain untuk menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam bentuk ragam hias, yang kemudian dijadikan ornamen visual pada bagian upper sepatu. Melalui teknik sederhana ini diharapkan para pengrajin dapat mempelajarinya dengan mudah sehingga lebih produktif dan kreatif untuk menghasilkan kebaruan dan keunikan pada produk-produk yang mereka hasilkan. 

 The use of digital technology and informatics in the industrial world has an important role in the fields of design, production, distribution and marketing so as to replace conventional methods that have been implemented. The development of digital technology in the industrial world has made Indonesia strive to become an advanced industrial country through the launch of the Indonesian Industrial Revolution 4.0 as the concept of its industrial development (Ministry of Industry, 2018). However, the acceleration of the use of digital technology has not been fully able to be followed by Small-Medium Industry (SMI) classes, one of the causes of which is human resources (HR) in the industry who are still stuttering about the progress.

In the small footwear industry, digital technology can be applied to product design activities or the making of decorative ornaments in the upper. It's just that to be implemented as a creative process, a special strategy is needed considering that human resources who act as design workers in the SMI generally do not have formal education and are generally accustomed to imitation or modifying actions that result in their low creativity.

Referring to such conditions, a digital modification technique (DMT) is developed which is a technique to simplify the form of a particular object by involving design application software to produce new creations in the form of ornament, which is then used as an ornament visually on the upper part of the shoe.

Through this simple technique, it is expected that the craftsmen can learn it easily so that it is more productive and creative to produce novelty and uniqueness in the products they produce

Downloads

Download data is not yet available.

References

K. “SIARAN PERS: Kementerian Perindustrian RI,” 03 August 2018. [Online]. Available: http://www.kemenperin.go.id/artikel/17565/Empat-Strategi-Indonesia-Masuk-Revolusi-Industri-Keempat.

A. D. Tohjiwa, “PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR MASYARAKAT INDONESIA,” 19 Agustus 2018. [Online]. Available: http://agus_dh.staff.gunadarma.ac.id/.

D. Lesmana, “autotekno.sindonews.com,” 9 April 2016. [Online]. Available: https://autotekno.sindonews.com/read/1099696/133/pentingnya-teknologi-digital-untuk-para-ukm-1460210674.

Gamadaz, “Gamadaz,” 20 Agustus 2018. [Online]. Available: https://gamadaz.com/peran-teknologi-dalam-bidang-arsitektur-dan-desain-interior/.

V. Velev, “DIGITAL CREATIVITY: ADVANTAGES, PROBLEMS, RESPONSIBILITIES,” International Journal "Information Theories & Applications" Vol.11, p. 60, 2004.

N. Bonnardel dan F. Zenasni, “The Impact of Technology on Creativity in Design: An Enhancement?,” CREATIVITY AND INNOVATION MANAGEMENT, p. 180, 2010.

K. Kudiya, Interviewee, Strategi Pengembangan Ragam Hias di Batik Komar. [Wawancara]. 17 September 2017.

D. Handoko, Kriminalisasi dan Dekriminalisasi Dibidang Hak Cipta, Pekanbaru: Hawa dan Ahwa, 2015, p. 205.

Cahbagoes, “Sejarah Batik Mega Mendung dan Penjelasannya,” 07 September 2018. [Online]. Available: https://batik-tulis.com/blog/batik-mega-mendung/.

Redaksi, “Komunitas Pelestari Batik Tulis,” 15 April 2017. [Online]. Available: http://batik.or.id/sejarah-batik-cirebon-dan-penjelasannya/.

P. Prayitno, “Liputan 6,” 2 Oktober 2016. [Online]. Available: https://www.liputan6.com/regional/read/2616134/makna-tersembunyi-di-balik-batik-mega-mendung-cirebon.

M. A. Waskito, “PENERAPAN TEKNIK STILASI PADA MOTIF RAGAM HIAS SEBAGAI METODE PENINGKATAN KEMAMPUAN KREATIF PELAKU USAHA IKM ALAS KAKI,” LP2M ITENAS, Bandung, 2017.

Published
2019-01-06