PENGEMBANGAN KOMPETENSI MULTILITERASI DESAIN BERBASIS PADA PENERAPAN TRADISI KOMUNIKASI DI ERA INDONESIA 4.0

  • Agustina Kusuma Dewi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Nasional Bandung
Keywords: Multiliteration Design, Indonesia 4.0, Multiliteration Competence

Abstract

 

 Digitalisasi informasi nyaris tanpa batas sebagai salah satu pengaruh yang masuk secara masif ke Indonesia dapat menjadi potensi yang positif sekaligus negatif terkait pemberdayaan pemuda sebagai aset bangsa. Multiliterasi adalah keterampilan menggunakan beragam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan menggunakan bentuk-bentuk teks konvensional maupun teks inovatif, simbol, dan multimedia. Berdasarkan premis tersebut, kajian ini mengidentifikasi bahwa konsep multiliterasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan keterampilan yang diperlukan di era digitalisasi informasi membutuhkan pengembangan kerangka berpikir pada tatanan konseptual maupun praktis, kaitannya dengan pemanfaatan teks yang bersifat multimodal. Riset ini menggunakan pendekatan penelitian campuran dengan desain pra-eksperimental one-shot case study dalam dua tahap. Tahap Pertama adalah pengembangan kuesioner satu fase untuk mengidentifikasi bentuk media dan bentuk informasi paling efektif sebagai sumber literasi, Tahap Kedua merupakan Analisis Dokumentasi yang menelaah beragam Tradisi Komunikasi dalam Proses Komunikasi Visual yang selama ini telah banyak diterapkan dalam Pendidikan Tinggi Desain. Hasil penelitian Tahap Pertama yang menggunakan 40 orang responden menunjukkan bahwa bentuk media dan bentuk informasi literasi paling efektif merupakan gabungan dari beberapa modalitas pembelajaran. Mendukung hal ini, hasil Analisis Dokumentasi juga menunjukkan bahwa Multiliterasi Desain di era Revolusi Industri 4.0 memerlukan pengembangan dan penguatan pada area Tradisi Komunikasi serta Konteks Komunikasi Media, agar dengan demikian dapat mendukung tercapainya ragam kompetensi multiliterasi desain secara beretika yang diperlukan untuk menghadapi Indonesia 4.0. 

The unlimited information digitalization as one of the influences that entered massively into Indonesia could be a positive and negative potential related to the empowerment of youth as a nation's asset. Multiliteration is the skill of using a variety of ways to express and understand ideas and information using conventional text forms as well as innovative text, symbols, and multimedia. Based on this premise, this study identified that the concept of multiliteration designed to answer the skills needed in the era of information digitalization requires the development of a framework of thinking in both conceptual and practical terms, in relation to the use of multimodal texts. This research uses a mixed research approach with a two-stage one-shot case study pre-experimental design. The first stage is the development of a one-phase questionnaire to identify the most effective forms of media and forms of information as sources of literacy, the second stage is documentation analysis that examines various communication traditions in the visual communication process that have been widely applied in design higher education. The results of the Phase One study that used 40 respondents showed that the most effective forms of media and information literacy forms were a combination of several learning modalities. Supporting this, the Documentation Analysis results also show that Multiliteration of Design in the Industrial Revolution 4.0 era requires development and strengthening in the area of Communication Traditions and Media Communication Context, so that it can support the achievement of a variety of ethical design competencies needed to deal with Indonesia 4.0. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Y. Z. Abidin, Manajemen Komunikasi: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi, Bandung: Pustaka Setia., 2015.

S. W. Littlejohn and K. A. Foss, Theories of Human Communication, Wadsworth Publishing Company, 1996.

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2012.

Kurniawan, Semiologi Roland Barthes, Magelang: Indonesiatera, 2001.

Published
2019-01-06